Sabtu, 19 November 2011

Tugas SoftSkill Bahasa Indonesia 2

1. a. Jelaskan perbedaan antara topik, tema dan judul !
    b. Jelaskan ciri-ciri ketiga hal diatas !

Jawab :

1.  a) Perbedaan antara topik, tema dan judul !

         - Topik

Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan, atau bisa disebut juga topik adalah tahap awal dalam proses penelitian atau penyusunan karya ilmiah. Topik yang masih bersifat awal tersebut kemudian difokuskan dengan cara membuatnya lebih sempit cakupannya atau lebih luas cakupannya. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Topik (bahasa Yunani: topoi) adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan dengan topik pembicaraan. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan msih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.

       - Tema

Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah atapnya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut. Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan.

       - Judul

Judul adalah identitas dari jiwa seluruh karya tulis yang bersifat menjelaskan diri, menarik perhatian dan terkadang menentukan lokasi.Judul merupakan nama yang dipakai untuk tulisan, buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain. Judul sebaikmya dibuat ringkas, padat, dan menarik. Usahakan judul suatu tulisan tidak lebih dari lima kata tetapi dapat menggambarkan isi tulisan.

- Perbedaan antara topik, tema dan judul yakni :
topik : berbasis pada kompetensi penulisnya,layak untuk dibaca, permasalahan yang bersifat umum dan berum terurai
tema : harus menarik perhatian, dipahami dengan baik oleh penulis, bermanfaat,l ebih spesifik dan terarah dalam membahas suatu masalah.
judul : temanya menjelaskan diri dan menarik ,berupa gambaran global tentang arah,tujuan dan ruang likgnup tulisan.

1.    b) Ciri-ciri ketiga hal diatas !

Topik

Ciri-ciri topik
• Ciri utama topik ialah permasalahannya yang bersifat umum dan belum terurai.
Kriteria topik yang baik
• Penulis menguasainya dengan baik dan mengetahui prinsip-prinsip ilmiahnya.
• Menarik untuk ditulis dan dibaca.
• Jangan terlalu baru, teknis, dan kontroversial.
• Bermanfaat.
• Jangan terlalu luas.
• Topik yang dipilih harus berada disekitar kita.
• Memiliki ruang lingkup yang sempit dan terbatas.
• Memiliki data dan fakta yang obyektif.
• Memiliki sumber acuan atau referensi.

Topik harus terbatas. Pembatasan sebuah topik mencangkup: konsep, variabel, data, lokasi (lembaga) pengumpulan data, dan waktu pengumpulan data. Topik yang terlalu luas menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam, dan tidak tuntas. Selain itu, pembahasan menjadi tidak fokus pada masalah utama yang ditulis atau dibaca. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang, namun tidak berisi. Sebaliknya, topik yang terlalu sempit menghasilkan tulisan yang tidak (kurang) bermanfaat bagi pembacanya. Selain itu, karangan menjadi sulit dikembangkan, hubungan variabel kurang jelas, tidak menarik untuk dibahas atau dibaca. Oleh Karena itu, pembahasan topik harus dilakukan secara cermat, sesuai dengan kemampuan dana, tenaga, waktu, tempat, dan kelayakan yang dapat siterima oleh pembacanya.


Tema

Tema dapat dibedakan menjadi dua :
• Pendek => Kata atau Frasa.
• Panjang => Kalimat bersifat umum.

Syarat-syarat tema yang baik :
• Menarik perhatian penulis.
• Diketahu dan dipahami penulis.
• Bermanfaat.
• Berada disekitar kita.
• Ruang lingkupnya sempit dan terbatas.
• Memiliki data dan fakta yang efektif.
• Memiliki sumber acuan.

Judul

Fungsi judul :
• Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.
• Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membaca isinya.
• Gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
• Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya.

Syarat-syarat pembuatan judul :
• Harus relevan = Mempunyai keterkaitan dengan temanya atau bagian-bagian penting dari tema.
• Harus provokatif = Menarik sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa ingin tahu tiap pembaca terhadap isi tulisan.
• Harus singkat = Tidak boleh mengambil kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. Jika penulis tidak dapat menghindari judul yang panjang, maka dapat menggunakan solusi dengan membuat judul utama yang singkat, tetapi dengan judul tambahan yang panjang.
• Harus asli = Jangan menggunakan judul yang sudah pernah dipakai.


Syarat-syarat judul yang baik :
• Harus berbentuk frasa.
• Tanpa ada singkatan atau akronim.
• Awal kata harus huruf kapital, kecuali preposisi dan konjungsi.
• Tanpa tanda baca di akhir judul.
• Menarik.
• Logis.
• Sesuai dengan isi.

Pengertian judul langsung dan judul tak langsung :
Judul langsung : Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubungannya dengan bagian utama berita terlihat jelas.
Judul tak langsung : Judul yang hubungannya tidak langsung dengan bagian utama berita, tetapi tetap menjiwai seluruh isi tulisan.


2. a. Bagaimana langkah-langkah membuat outline !
    b. Sebutkan dan jelaskan macam-macam outline !

Jawab :

2.  a) Langkah-langkah membuat outline !

Outline, atau biasa disebut kerangka karangan, adalah inti dari sebuah tulisan. Pendek ataupun panjang, fiksi ataupun non-fiksi, cerita lepas ataupun buku, selalu mengutamakan outline dalam prosesnya. Karena dengan outline, kita dapat mengetahui apa yang kita tulis, dan membuat tulisan kita itu lengkap. Mind mapping – yang telah dibahas pada posting sebelumnya, sangat mempengaruhi outline yang akan dibuat. Dengan mind mapping, kita dapat mengetahui apa saja yang berhubungan dengan tulisan kita. Dan, mind mapping masih dapat – dan terus dikembangkan. Karena dengan pengembangan, kita dapat menentukan outline yang ideal untuk tulisan kita. Cara terbaik untuk membuat outline, adalah dengan sistematika berikut ini,

Judul Tulisan

I. Bab I

a. Keterangan Bab I
b. Keterangan Bab I

II. Bab II

a. Keterangan Bab II
b. Keterangan Bab II

III. Bab III

a. Keterangan Bab III
b. Keterangan Bab III

IV. Bab IV

a. Keterangan Bab IV
b. Keterangan Bab IV

V. Bab V, dst

Bagi orang-orang yang pernah menyusun karangan ilmiah seperti skripsi, tugas akhir, laporan penelitian, dan sebagainya, pastinya sudah mengetahui sistematika seperti itu. Akan tetapi, bagi yang belum pernah menyusun, sistematika tersebut bisa dijadikan acuan.

Selain hal tersebut diatas langkah pembuatan outline juga dapat dilakukan dengan :

> Cantumkan sub – sub bagian
> Pergunakanlah tanda yang berbeda untuk memperlihatkan tingkat (hierarki) butir – butir dalam kerangka
> Jagalah agar hubungan antara bagian dengan sub bagiannya selalu konsistan dan jelas
> Mulailah dengan pembagian secara garis besar dahulu dengan menyeluruh
> Setelah itu uraikan setiap butir kedalam sub-sub bagian


2.  b) macam-macam outline !

               A. Berdasar Sifat Rinciannya:

1. Kerangka karangan Sementara / Non-formal:
   cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:

                       a) topiknya tidak kompleks
                       b) akan segera digarap

2. Kerangka karangan formal:
                        terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:

                       a) topiknya sangat kompleks        
                       b) topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap

Langkah-langkahnya yaitu :
Rumuskan tema berupa tesis , kemudian pecah-pecah menjadi sub-ordinasi yang dikembangkan untuk menjelaskan gagasan utama. Tiap sub-ordinasi dapat dirinci lebih lanjut. Tesis yang dirinci minimal tiga tingkat sudah dapat disebut kerangka karangan formal. Agar tingkatan-tingkatan jelas hubungannya, dipergunakan simbol-simbol dan tipografi yang konsisten bagi tingkat yang sederajat.

Simbol-simbol dapat berupa:
Topik tingkat 1: angka Romawi I, II, dan seterusnya
Topik tingkat 2: huruf kapital A, B, dan seterusnya
Topik tingkat 3: angka Arab 1, 2, dan seterusnya
Topik tingkat 4: huruf kecil a, b, dan seterusnya
Topik tingkat 5: angka Arab dalam kurung (1), (2) , dan seterusnya
Topik tingkat 6: huruf kecil dalam kurung (a), (b), dan seterusnya


3. Bagaimana cara pembatasan topic !

Jawab :

3.  Setiap penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit danterbatas atau sangat khusus untuk digarap, sehingga tulisannya dapat terfokus. Pembatasan topik sekurang-kurangnya akan membantu pengarang dalam beberapa hal:

1. Pembatasan memungkinkan penulis untuk menulis dengan penuh keyakinan dankepercayaan, karena topik     itu benar-benar diketahuinya.
2. Pembatasan dan penyempitan topik akan memungkinkan penulis untuk mengadakan penelitian yang      lebih intensif mengenai masalhnya. Dengan pembatasan itu penulis akan lebih mudah memilih hal-hal      yang akan dikembangkan.

Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut:

1. Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
2. Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih      lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
3. Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
4. Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.



4. a. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur alinea !
    b. Jelaskan ciri-ciri kalimat utama dan kalimat penjelas !
    c. Sebutkan dan jelaskan macam-macam alinea !

Jawab :

4.  a) Unsur-unsur alinea !
Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran, topik merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan sebelumnya. Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan dasar dari pengembangan suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf.
Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas.
Judul nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku,atau kepala berita.Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.

4.  b) Ciri-ciri kalimat utama dan kalimat penjelas !

Ciri kalimat utama :
Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut
Mengandung kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain
Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi

Ciri kalimat penjelas :
Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea
Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kalimat transisi
Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topic

4.  c) Macam-macam alinea !

Macam-macam paragraph / Alinea yaitu :
Eksposisi Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
Argumentasi Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
Deskripsi Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
Persuasi Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
Narasi Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.

0 komentar:

Posting Komentar